(Sumber Photo Funzug) Kata sombong dikonetasikan pasti negatif. Bila kita menyebut seseorang Sombong dipastikan bahwa orang tersebut berperilaku negatif. Negatif ini pemahamannya bermacam-macam bisa dibilang negatif bila Seseorang pamer Harta, Pangkat, Kedudukan, pendidikan,keluarga, dan lain-lain kepada lingkungannya yang notabene tidak punya segalanya.
Nah kembali ketopik judul diatas berikut kami mencoba menceritakan Orang-Orang yang Sombong dengan versi penulis. Pada tanggal 22 April 2011 Saya mengantarkan istri ke Pasar karena persediaan logistik/makanan dirumah sudah menipis Saya dan istri berangkat dari rumah Pukul 07:00 WITA menggunakan kendaraan Mobil pribadi (Tentunya Saya tidak menyebur Merk/Jenis Mobil Saya karena tidak mau disebut pembaca “Pamer”). Sesampainya di Pasar Istri berpesan agar Saya menunggu dia didepan gerbang gedung pasar Pagi sampai dia selesai berbelanja.
Beberapa waktu kemudian Saya menunggu didepan Pasar Pagi dan disekitar Saya banyak pedagang Sayur Mayur yang sedang santai menunggu dagangannya sambil ngobrol antara mereka. Saya yang juga sedang diam dari pada bengong mengamati perilaku pedagang Sayur Mayur tersebut. Kejadian yang menurut Saya negatif terjadi pada saat pembeli menanyakan harga Sayur di Pasar Pagi tersebut. Tampa basa-basi dan jauh dari kesan ramah pedagang Sayur tersebut menyebutkan harga Sayur seikat Rp.5000,-. Si Pembeli ingin menawar dan Si pedagang langsung mengatakan “Nggak bisa kurang lagi” sambil meneruskan ngobrolnya. Dengan kejadian ini bagi Saya agak aneh kok bisa pedagang nggak butuh pembeli dan seharusnya Si pedagang beramah-ramah ria dan berusaha memgiring pembeli jadi beli tentunya. Namun saat itu justru Si pedagang cuek atau seolah-olah nggak butuh. Pedagang ini tentunya bisa dibilang Seorang yang Sombong.
Setelah Istri selesai berbelanja di Pasar Pagi tersebut dia meminta Saya mengantarkan ke Pasar lain yang tidak terlalu jauh dari Pasar Pagi tersebut. Hanya memerlukan waktu 4 menit Saya dan Istri sudah sampai di Pasar ini dan Saya mencari tempat parkir yang aman utk kendaraan Saya. Saat itu kebetulan tempat parkir penuh sehingga kendaraan Saya menunggu antrian debelakang kendaraan parkir lainnya. Hanya butuh waktu 10 menit Saya sudah mendapatkan tempat Parkir yang diinginkan. Antrian kendaraan terus terjadi menunggu kendaraan di parkir yang pulang.
Setelah mendapat parkir Saya santai jalan-jalan. Belum 10 meter meninggalkan kendaraan, Saya memperhatikan kendaraan yang sedang antri posisi paling depan. Dibelakang kendaraan tersebut berjejer 4 mobil lain yang menunggu kesempatan antri. Yang membuat Saya tertarik memperhatikan kendaraan antri yg paling depan adalah sepasang suami istri dimana dengan cuek meninggalkan kendaraannyan pada posisi antri paling depan. Padahal seharusnya kendaraan mereka jangan ditinggal karena sewaktu-waktu ada ruang parkir yang kosong mereka harus masuk sehingga kendaraan belakang mengikuti maju keposisi kendaraan mereka.
Ternyata pasangan suami istri tersebut ngabur masuk pasar dengan cueknya dan bahkan waktu petugas parkir minta kendaraan mereka masuk parkir kosong krn tidak ada supir maka kendaraan tersebut menghalangi kendaraan lainnya yang antri dibelakang mereka. Akibatnya semau pada bengong terutama petugas parkir saling menyalahkan kenapa suami istri tersebut tidak diingatkan dan harus salah satu standby agar tetap tinggal agar tidak mengganggu kelancaran antrian parkir. Ditunggu beberapa menit kemudian Si Suami datang tampa ekpresi dan langsung petugas parkir minta si Suami memasukkan kendaraannya ke tempat parkir yang kosong. Sepasang suami Istri yang meinggalkan kendaraannya begitu saja padahal sedang antri sehingga membuat kendaraan lain dibelakangnya macet tentunya termasuk kualifikasi Orang yang Sombong.
Apakah Anda pembaca juga menemukan orang yang berperilaku negatif sehingga di cap menjadi Orang Yang Sombong ? Anda yang bisa mnjawabnya. @AMA
0 comments:
Post a Comment